terapi dalam penanganan ADHD

February 15, 2010 putri novira

Beberapa terapi dalam penanganan ADHD meliputi:

Terapi Farmakologi Rencana pengobatan harus dibuat secara individual, tergantung gejala dan efeknya terhadap kehidupan sehari-hari. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa kombinasi obat dan terapi lain memberi hasil paling baik. Pengobatan diberikan bila gejala impulsivitas, agresivitas, dan hiperaktivitas cukup berat sehingga menyebabkan gangguan di sekolah, di rumah, atau hubungan dengan teman. Pengobatan bertujuan menghilangkan gejala dan sangat memudahkan terapi psikologis. Lamanya pengobatan tergantung ada atau tidaknya gejala yang ingin dihilangkan.

Terapi Perilaku Terapi psikososial/perilaku, seperti pelatihan kemampuan sosial, dapat dianjurkan sebagai terapi awal bila gejala ADHD cukup ringan, diagnosis ADHD belum pasti, atau keluarga memilih terapi ini. Namun, untuk jangka panjangnya, terapi perilaku saja tidak cukup dalam menangani ADHD.

Terapi Kombinasi Inilah terapi yang diyakini terbaik karena dibarengi dengan makan obat, sedangkan terapi perilaku dapat membantu pengelolaan gejala-gejala ADHD dan mengurangi dampaknya pada anak. Cara terbaik adalah bekerja sama dengan seorang terapis berpengalaman dalam masalah perilaku, lalu rajin berkonsultasi dengan dokter yang fokus menangani anak ADHD untuk memonitor perkembangan anak. Terapi perilaku bermanfaat membentuk self control pada anak sehingga bila sudah terbentuk, dosis obatnya akan dikurangi secara bertahap sampai akhirnya anak tidak memerlukan lagi.

Terapi warna Terapi warna dengan nuansa warna biru untuk bidang yang lebih luas dalam kelas atau tempat bermainnya. Misalkan tembok dan langit-langit atau karpet. Warna biru memberi dampak menetralisir energi fisik yang dipengaruhi energi warna merah yang berasal dari energi ‘cakra dasar’ (cakra diambil dari bahasa sanksekerta yang berarti pusat energi) yang mensuplai energi semangat pada seseorang untuk bergerak. Pada bidang yang lebih sempit, berikan energi dari warna kuning pucat atau cream. seperti pada taplak meja, daun pintu atau kursinya, energi warna ini diharapkan memberi ‘semangat’ pada hal yang memacu kecerdasan dan ketekunan untuk berpikir. Maka anak-anak tidak kehilangan semangat bergeraknya, tetapi juga terpacu untuk menggunakan otaknya untuk berkreativitas.

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

February 2010
M T W T F S S
« Dec   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: