Pola Pengasuhan Anak Hiperaktif

February 28, 2010 putri novira

beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua atau keluarga dalam mengasuh anak hiperaktif.

Menerima Keadaan Anak

Bagi para orang tua yang anaknya menderita ADHD, hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan adalah menerima kondisi anak. Mereka diharapkan dapat menyadari bahwa keadaan tersebut bukanlah kemauan sang anak melainkan kondisi otaknya yang sudah demikian sehingga muncul perilaku yang kurang positif.

Sediakan Sarana

Anak hiperaktif cenderung tidak bisa diam dan ingin selalu beraktivitas. Karena itu, ruang bermain anak hendaknya dirancang sedemikian rupa supaya tidak terlalu sempit serta tidak dipenuhi barang-barang atau pajangan. Hal ini dilakukan agar anak terhindar dari resiko-resiko seperti terbentur atau memecahkan barang berharga.

Latih Kefokusannya

Saat bermain, anak hiperaktif hendaknya diarahkan untuk memilih permainan-permainan yang melatih daya konsentrasi. Contohnya, bermain puzzle, berkebun, atau memelihara binatang. Ini dapat melatihnya untuk meningkatkan kefokusannya.

Kenali Minat dan Bakatnya

Sama halnya dengan anak-anak normal, anak hiperaktif pun memiliki minat dan bakat tertentu. Dengan mengetahui minat dan bakatnya, anak hiperaktif dapat dapat diarahkan untuk menyalurkan energi tersebut ke kegiatan-kegiatan positif yang mengembangkan minat dan bakatnya. Contohnya adalah dengan melibatkan anak pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti belajar piano, ikut klub sepakbola, berenang, dan lain-lain.

Bangkitkan Kepercayaan Dirinya

Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti penguat positif. Misalnya adalah dengan memberikan pujian setiap kali ia melakukan sesuatu dengan benar. Selain itu juga dapat dengan cara memberikan contoh yang baik kepada anak.

Perbaiki Jalur Pendengaran

Kebanyakan anak ADHD memiliki masalah pendengaran. Mereka bisa mendengar tapi sulit untuk mengerti apa yang didengarnya. Karena itu, anak perlu dilatih untuk memperbaiki pemrosesan suara yang didengarnya. Contohnya adalah dengan terapi suara. Anak diminta untuk mendengarkan kaset khusus berisi musik selama 30-60 menit. Hasil efektif umumnya akan terlihat 100 jam pascaterapi.

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

February 2010
M T W T F S S
« Dec   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: